Jajanan Pasar

Tahu Tek Lamongan: Sajian Malam yang Selalu Dirindukan

Indah Putri
Indah Putri
Admin
23 Maret 2026 3 menit baca 3,392 dibaca

Tahu Tek, Kuliner Khas Jawa Timur yang Dikenal dari Bunyi Guntingnya

Di antara berbagai kuliner tradisional Jawa Timur, Tahu Tek menjadi salah satu hidangan yang memiliki ciri khas unik dan mudah dikenali. Tidak hanya dari cita rasanya yang gurih, tetapi juga dari asal-usul namanya yang berkaitan langsung dengan cara penyajiannya.

Bagi masyarakat Surabaya dan sejumlah daerah di Jawa Timur, Tahu Tek merupakan makanan yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hidangan ini banyak dijual pada sore hingga malam hari oleh pedagang kaki lima yang berkeliling maupun menetap di berbagai sudut kota.

Meski tampil sederhana, perpaduan berbagai bahan dan bumbu khas menjadikan hidangan ini tetap bertahan di tengah banyaknya pilihan kuliner modern.

Berasal dari Bunyi Gunting yang Khas

Nama "Tahu Tek" dipercaya berasal dari suara gunting yang digunakan para pedagang saat memotong bahan-bahan di atas piring saji. Ketika tahu, lontong, dan telur dipotong menggunakan gunting, terdengar bunyi "tek-tek-tek" yang kemudian menjadi identitas khas hidangan ini.

Suara tersebut bahkan sering menjadi penanda kehadiran pedagang Tahu Tek di lingkungan permukiman. Banyak warga yang langsung mengenali suara khas tersebut sebelum melihat gerobak penjualnya.

Komponen Utama Tahu Tek

  • Tahu goreng yang dipotong-potong saat akan disajikan.
  • Lontong sebagai sumber karbohidrat utama.
  • Kentang goreng yang menambah tekstur gurih.
  • Tauge segar yang memberikan sensasi renyah.
  • Telur dadar sebagai pelengkap protein.
  • Kerupuk yang menambah cita rasa dan tekstur.

Petis Udang yang Menjadi Pembeda

Keunikan utama Tahu Tek terletak pada penggunaan petis udang dalam bumbu kacangnya. Bahan inilah yang memberikan aroma dan rasa khas yang sulit ditemukan pada hidangan serupa dari daerah lain.

Banyak penikmat kuliner menyebut bahwa petis merupakan "jiwa" dari Tahu Tek karena mampu menghadirkan perpaduan rasa gurih, manis, dan sedikit asin dalam satu sajian.

Bumbu yang digunakan umumnya terdiri dari:

  • Kacang tanah goreng.
  • Bawang putih.
  • Cabai rawit.
  • Petis udang.
  • Sedikit gula dan garam.

Seluruh bahan diulek hingga menghasilkan saus yang kental dan kaya rasa sebelum disiramkan ke atas seluruh komponen hidangan.

Tetap Menjadi Favorit Masyarakat

Hingga saat ini, Tahu Tek masih menjadi salah satu kuliner yang banyak dicari oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Surabaya. Keunikan nama, cara penyajian, serta cita rasa khas yang dihasilkan dari penggunaan petis membuat makanan ini tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penikmat kuliner.

Di tengah maraknya makanan modern, Tahu Tek membuktikan bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Jawa Timur yang patut dijaga dan dilestarikan.

#Gurih #Street Food #Tradisional
Indah Putri
Tentang Penulis

Indah Putri

Pemimpin Redaksi Pawon Jawa. Seorang pemerhati budaya yang telah lama menelusuri jejak kuliner Jawa, mulai dari dapur tradisional, pasar rakyat, hingga warisan resep yang hidup di tengah masyarakat.