Restoran

Rawon Setan Surabaya: Buka Tengah Malam, Antri Tetap Panjang

Bagus Hartono
Bagus Hartono
Editor
22 April 2026 3 menit baca 1,159 dibaca

Rawon Setan, Kuliner Legendaris Surabaya yang Tetap Diburu Penikmat Masakan Jawa Timur

Bagi masyarakat Surabaya, nama Rawon Setan tentu sudah tidak asing lagi. Warung makan yang berada di kawasan Embong Malang ini telah menjadi salah satu destinasi kuliner yang wajib dikunjungi, baik oleh warga lokal maupun wisatawan yang datang ke Kota Pahlawan.

Meski namanya terdengar unik, sebutan "Rawon Setan" bukan berasal dari cerita mistis. Nama tersebut muncul karena warung ini dahulu dikenal beroperasi hingga larut malam, bahkan ketika sebagian besar aktivitas kota telah berakhir. Banyak pelanggan yang berseloroh bahwa hanya "setan" yang masih berkeliaran pada jam-jam tersebut, hingga akhirnya nama itu melekat dan dikenal luas oleh masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1953, Rawon Setan berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan dunia kuliner yang semakin pesat. Warung ini menjadi tujuan berbagai kalangan, mulai dari pekerja malam, pengemudi angkutan, wisatawan, hingga tokoh publik yang ingin menikmati semangkuk rawon dengan cita rasa khas Surabaya.

Cita Rasa Khas yang Bertahan Puluhan Tahun

Salah satu alasan mengapa Rawon Setan tetap diminati hingga kini adalah konsistensi rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi. Kuah rawon yang pekat dengan aroma rempah yang kuat menjadi ciri utama hidangan ini.

Setiap harinya, warung tersebut menyajikan rawon dengan potongan daging sapi yang dimasak dalam waktu cukup lama hingga menghasilkan tekstur yang empuk dan mudah dinikmati. Perpaduan antara kuah yang gurih, rempah yang kaya, dan daging berkualitas menciptakan cita rasa yang khas dan sulit ditemukan di tempat lain.

Banyak pelanggan mengaku bahwa sensasi menikmati rawon hangat di malam hari menjadi pengalaman kuliner yang selalu dirindukan. Tidak sedikit pula wisatawan yang menjadikan Rawon Setan sebagai salah satu tujuan utama saat berkunjung ke Surabaya.

Kluwek, Bahan Utama yang Menjadi Identitas Rawon

Keunikan rawon terletak pada penggunaan kluwek, bahan tradisional yang memberikan warna hitam pekat sekaligus cita rasa khas pada kuahnya. Kluwek merupakan biji dari tanaman kepayang yang telah melalui proses fermentasi sebelum digunakan sebagai bumbu masakan.

Bahan inilah yang membedakan rawon dari berbagai jenis sup daging lainnya. Selain memberikan warna yang khas, kluwek juga menghasilkan aroma dan rasa yang lebih dalam sehingga menjadikan rawon sebagai salah satu kuliner paling ikonik di Jawa Timur.

Penggunaan kluwek yang tepat membutuhkan pengalaman dan keterampilan tersendiri. Oleh karena itu, tidak semua tempat mampu menghasilkan cita rasa rawon yang autentik seperti yang telah dikenal masyarakat selama puluhan tahun.

Disajikan dengan Pelengkap yang Menggugah Selera

Kenikmatan rawon tidak hanya berasal dari kuah dan dagingnya. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi putih hangat, tauge segar, sambal terasi, serta kerupuk udang yang renyah.

Kehadiran tauge memberikan tekstur segar yang menyeimbangkan kuah rawon yang kaya rempah. Sementara sambal terasi menambah sensasi pedas yang membuat cita rasa semakin lengkap. Perpaduan berbagai elemen tersebut menghasilkan sajian yang sederhana, namun mampu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang mencobanya.

Bagi sebagian masyarakat Surabaya, semangkuk rawon bukan sekadar makanan pengganjal lapar. Hidangan ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menjadi Bagian dari Sejarah Kuliner Surabaya

Lebih dari tujuh dekade sejak pertama kali berdiri, Rawon Setan masih menjadi salah satu ikon kuliner yang terus bertahan di tengah perubahan zaman. Popularitasnya tidak hanya dikenal di Surabaya, tetapi juga telah menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan mempertahankan kualitas rasa, penggunaan resep yang konsisten, serta pelayanan yang tetap terjaga menjadi faktor utama yang membuat Rawon Setan tetap dicintai hingga saat ini. Di tengah banyaknya pilihan kuliner modern, warung legendaris ini membuktikan bahwa cita rasa tradisional yang autentik masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Bagi para pecinta kuliner, menikmati semangkuk Rawon Setan bukan hanya soal menikmati makanan. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi cara sederhana untuk mengenal sejarah, budaya, dan kekayaan kuliner khas Jawa Timur yang terus hidup hingga sekarang.

#Surabaya #Gurih #Legendaris
Bagus Hartono
Tentang Penulis

Bagus Hartono

Food explorer dan penulis lepas. Pemerhati kuliner Jawa Timur, dari Rawon Setan hingga warung kopi pinggir Bromo.